Syukur Bahagia

“aku bersyukur karena aku bahagia,

aku bahagia karena aku bersyukur, 

terima kasih.”

Iklan

Bahagiakah (kamu) ?

Aku mencarinya kepelosok bumi, terjatuh karenanya dan lalu bangun pun karenanya.
Kupikir aku sudah mendapatnya, kunikmati, kugenggam tapi dia terlepas
Esoknya aku cari lagi, kutemukan lagi dan lalu terlepas lagi
Seperti itu hingga dalam suatu senyap kutemukan dia, dalam diam kudapat dia
Dia yang tidak pernah kemana-mana, tidak bersembunyi dan tidak pernah hilang
Ahh sia-sialah mengejarnya, aku pengejar kebahagiaan tanpa hikmat, mengejarnya hingga lelah dan habis nafas

Bahagia berkata, tak usah kau kejar aku karena aku ada ketika kau menginginkan dan memilih aku untuk ada.

pict taken from http://www.briseeley.com 

Jurnal Syukur 1

Katanya bersyukur itu membuat manusia jadi lebih bahagia dan sehat, jadi mari kita bersyukur 🙂

Bersyukur mulai dari hal paling kecil yang kadang luput dari pikiran kita, mulai dari sekarang :

  1. Pagi ini bangun dengan sehat, dengan keluarga yg masih lengkap
  2. Bangun tidur ga usah keburu-buru, karena rumahku dekat kantor, bangun jam 5 masih bisa gelelengan bentar, nonton infotainment, serial korea, makan biskuit, dan ga perlu kena macet
  3. Berangkat kantor masih bisa jalan sembari olah raga, masih bisa ngliat matahari, terpapar cahayanya, hangatnya…
  4. Sampai kantor, wah ruang kantorku adem, ada ac, laptop keren, temen kantor yg baik 
  5. Ibuku sehat, itu kabar terbahagia 
  6. Dan yg penting aku sehat, masih bisa jalan, nafas, senyum, ketawa, bahagia
Ya aku bersyukur buat itu semua, jadi terima kasih Tuhan Yesus, terima kasih buat semuanya, semoga jurnal ini akan terus ada

Lets talk, soul!

Pendetaku kemarin bilang, bicaralah dengan jiwa, wahai jiwa tenanglah, bersukacitalah.
Dan jauh sebelum aku dengar kotbah itu, aku sudah melakukannya, ya aku bicara dengan jiwa, jiwaku.
Entah ada berapa jiwa dalam 1 tubuh manusia, mungkin cuma ada 1, jiwa yg satu berinteraksi dengan dirinya sendiri, bertanya dan menjawab sendiri. Atau mungkin 2, 2 jiwa saling mendengar, bertanya, menjawab atau malah 3 ah kalo yg ini rasanya mustahil, terlalu banyak dan terlalu sesak, ahh ya sudahlah berapapun jumlahnya.
Jiwaku yang entah ada berapa ini sering sekali saling bertanya, menjawab, berbicara, menguatkan.
Jiwaku, tenanglah, pada akhirnya semua akan baik-baik saja

Tenanglah, bahagialah, tenanglah, tersenyumlah, tenanglah, hiduplah, sehatlah, bahagia, ya bahagialah.

Ppict taken from http://www.briseeley.com