….

Maaf, untuk menebalkan telingaku dan lalu tidak lagi mendengar suaraMu
Maaf, untuk mengabaikan percakapan malam kita hari-hari ke belakang ini
Maaf, untuk hanya mengingatMu ketika beragam makanan ada didepanku
Dan maaf karena pikiranku buntu untuk menghitung salahku
……

Iklan

Penulis: biruselalubaru

Seorang anak, seorang karyawan, seorang adik dan juga seorang kakak, pecinta liburan dan akhir pekan, pemikir kelas ringan, dunia itu abu abu tidak ada yang hanya jahat saja ataupun baik saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s