Khawatir

Aku kehilangan percayaku yang termakan oleh khawatirku, habis tanpa sisa.

Aku lunglai tanpa daya, tak berpegang dan bertopang.
Aku menyemai hidupku dalam lelah, menanam benihnya perlahan dan menuai hasilnya tanpa senang.
Sekalipun beratus kali aku baca bahwa khawatir itu tiada guna.
Sekalipun jutaan kali aku dengar bahwa khawatir itu mencekik hari dan menambah derita.
Sekalipun aku juga tahu khawatir itu tidak menyelesaikan dan memperbaiki.
Dan sekalipun aku tahu bahwa aku jelas – jelas sedang merugi.
Mungkin aku hanya tahu tanpa paham dan sadar.
Dear Penyedia Segala,
Bagaimana harusnya aku?
Iklan

Penulis: biruselalubaru

Seorang anak, seorang karyawan, seorang adik dan juga seorang kakak, pecinta liburan dan akhir pekan, pemikir kelas ringan, dunia itu abu abu tidak ada yang hanya jahat saja ataupun baik saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s