Dari dalam hati

Dan akhirnya yg tersisa adalah ucapan syukur dan terima kasih tanpa batas. Yap begitulah keputusannya setelah perenungan tanpa sengaja di bangku gereja minggu kemarin.

Kenapa harus terikat erat dengan pengakuan akan keberhasilan? Kenapa harus tersakiti ketika ada yg merendahkan?

Mungkin saat itu sesosok malaikat datang dan mengetok pintu hati yang terlalu tebal ini, terlalu lama terkunci. Dan saat akhirnya kuputuskan untuk dibuka yang tersisa adalah lega.

Terima kasih Tuhan untuk semua yg sudah terjadi, bukan untuk ditangisi tapi memang harus dilalui. Bukan untuk disesali, dan bukan untuk diratapi. Tidak selalu karena awal yg berbeda, tapi perjalanan menuju akhir yg lebih utama. Berhentikah atau terus saja berlari? Aku memilih opsi kedua.

Iklan

Penulis: biruselalubaru

Seorang anak, seorang karyawan, seorang adik dan juga seorang kakak, pecinta liburan dan akhir pekan, pemikir kelas ringan, dunia itu abu abu tidak ada yang hanya jahat saja ataupun baik saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s