Life rules

Hari Sabtu dan Minggu kemarin aku pulang kampung ke Cirebon dalam rangka kondangan nikahan dan ngelayat kerumah temen. Kontras ya… yang satu bahagia luar biasa yang satunya lagi berduka.

Kayak yang dulu juga sempet aku posting, hidup itu ya kayak gitu, satu orang bahagia yang satu lainnya belum tentu bahagia. Yaa begitu aja, bergonta-ganti, berselang-seling, bahagia datang lalu pergi lalu datang lagi.

Yang sabar aja… namanya juga idup.

*Pict. taken from : http://www.theprospect.net/op-ed-what-is-the-meaning-of-life-10700/ 

How great thou art

Dear Tuhan,

Sampai kapan pun itu Bapa, untuk hari ini dan esok hari, bahkan untuk waktu yang sudah berlalu, tidak pernah sekalipun terbersit untuk mendebat keberadaanMu.
Sejauh apapun itu Tuhan, bahkan ketika sejengkal pun terasa amat berjarak…. aku sadar sepenuh hati kalau Engkau tak jauh dari denyutan nadi.
Indah, semuanya, bahkan bila detik ini yang dirasa adalah duka, pada akhirnya yang ada adalah indah.

Seberapa banyak yang bisa manusia kembalikan pada Tuhannya, tidak pernah terbayar lunas, karena nyata Engkau selalu memberi lebih dari yang diminta.

Maka yang ada cuma ini….. terima kasih teramat banyak dan meluap untuk semuanya.

-Anak Mu-

Hujan dan aku

Sore ini hujan lagi. Hujan, angin dan petir silih berganti berebut tempat, bersaing dan pada akhirnya bersatu melawan tenang dan hangat yang seharusnya.
Entah kenapa selalu ada perasaan berbeda sewaktu hujan turun, sendu mungkin seperti itu.
Aku selalu takut pada hujan yang berkompromi dengan angin dan gelegar petir. Bahkan sekalipun aku ada diruangan, seperti saat ini…

Selalu ada doa, ya Tuhan lindungi aku dan setiap orang yang aku sayangi …. entah kenapa selalu ada doa itu
Selalu ada kekhawatiran sewaktu hujan seperti itu datang.

Tapi perlahan, hingga akhirnya hujan pun berhenti dan pekatnya langit tersingkir, hingga yang tersisa hanya sejuk, saat itulah ada tenang mendalam.

Cijantung kemarin hujan, sekarang pun juga ….

mendung dari ruang kerjaku