Absurd

Dari aku yang mengenalmu ribuan hari yang lalu.

Hari ini mendung nampak malu-malu, apa kamu ingat hari itu? Hari ketika warna langit serupa dengan hari ini.

Hari ketika rasa kita masih sama.

Dear, dulu aku pikir semua yg tidak terlihat itu hukumnya kekal tidak rusak dan tidak akan hilang. Maaf aku yang salah, naifku terlalu menggebu dan menghilangkan suatu kata bernama logika.

Bukan maksudku untuk lupa, sungguh kau tahu jatuh bangunku menjemput sebuah logika ketika terang-terangan aku tenggelam dalam suatu ungkapan bernama cinta.

Aku yang rela terbenam saja tanpa usaha, aku yang suka hati merelakan diri menjahit benang-benang bahagia bernama asa, ketika semua orang berkata itu adalah sia-sia.

Sepenuhnya khilaf itu milikku.

Teruntuk kamu yang sadar terlebih dahulu sebelum aku…..semalam seekor kunang-kunang menyampaikan pesan darimu. Setelah ribuan hari….setelah ribuan keras hati…..setelah ribuan bahagia semu itu…..

Aku sudah berbeda dan kau pun juga.

Kuantarkan kunang-kunang itu keluar kamarku sembari berbisik selesai sudah, terima kasih.

Iklan

Penulis: biruselalubaru

Seorang anak, seorang karyawan, seorang adik dan juga seorang kakak, pecinta liburan dan akhir pekan, pemikir kelas ringan, dunia itu abu abu tidak ada yang hanya jahat saja ataupun baik saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s