Selamat Hari Ayah

Tulisan ini tentang dia, tentang ayahku yang wajahnya makin pudar dari ingatanku. Aku sudah lupa seperti apa bentuk matanya, seperti apa bentuk hidungnya……

Dear memori jangan jadikan aku anak durhaka karena lupa seperti apa suaranya.

Aku ingat hari itu yang entah tanggal berapa, tepat pukul 06.00 pagi, kusalami tangan kasar hangat itu tanpa menyadari kalau malamnya dia tidak akan pulang lagi.

Aku ingat hangat pelukannya, aku ingat cara dia tertawa, aku ingat cerita sebelum tidur yang berulang kali diceritakan olehnya, aku ingat permintaan maafnya kala tidak bisa merayakan hari ulang tahunku.

Aku ingat tangis ketika aku sadar dia tidak akan pernah menemaniku lagi, tidak untuk hari itu dan jutaan hari kedepannya.

Teruntuk ayahku,

Pria pertama yang kucintai setengah dari hidupku,

Kau akan bangga punya aku sebagai anakmu,seperti halnya aku bangga padamu.

Selamat hari ayah  

Iklan

Penulis: biruselalubaru

Seorang anak, seorang karyawan, seorang adik dan juga seorang kakak, pecinta liburan dan akhir pekan, pemikir kelas ringan, dunia itu abu abu tidak ada yang hanya jahat saja ataupun baik saja.

2 thoughts on “Selamat Hari Ayah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s