Kukenal Sosok Wanita Yang Jarang Sekali Berdoa

keren

LINIMASA

Pagi ini, aku membaca puisi Abdul Hadi.

Tuhan/ kita begitu dekat/ sebagai api dengan panas/ aku panas dalam apimu/

Tuhan/ kita begitu dekat/ seperti kain dengan kapas/ aku kapas dalam kainmu

Tuhan/ kita begitu dekat/ seperti angin dan arahnya/

Kita begitu dekat/

Dalam gelap/ kini aku nyala/

pada lampu padammu

Pernah melihat ibu kita berdoa? Kapan pertama kali kita sadar ibu kita berdoa? Berdoa untuk kita, anak-anaknya.

Aku jarang melihat ibuku berdoa. Ibuku lebih banyak terlihat bekerja. Saat aku kecil, setelah bangun tidur,  aku tak lekas mandi. Aku melihat ibu yang sedang mengucek pakaian. Saat itu kami tak gunakan jasa pembantu. Baju dan celana ayah, kakak, adik, bajuku dan bajunya sendiri selalu saja sedang dia bilas. Waktunya selalu sama: saat aku membuka mata di pagi hari.

“Nak, bangun, sholat lalu mandi”.

Ibuku tidak sedang berdoa, namun menyuruhku berdoa. Ibuku memilih sedang bekerja saat dilihat anak-anaknya. Saat itu, aku selalu yakin…

Lihat pos aslinya 355 kata lagi

Iklan

Penulis: biruselalubaru

Seorang anak, seorang karyawan, seorang adik dan juga seorang kakak, pecinta liburan dan akhir pekan, pemikir kelas ringan, dunia itu abu abu tidak ada yang hanya jahat saja ataupun baik saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s