Please Iya

Dear Tuhan,

Terkait dengan yang satu ini, sudah banyak naskah ku susun sendiri. Sudah banyak hayalan melambung tinggi.

Yang tersisa kini cuman pertanyaan, bisakah semua jadi kenyataan?

Dear Tuhan,

Doaku sih semoga iya bisa.

Entah apa jawaban dari Mu, tapi semoga kali ini kita punya jawaban yang sama.

Dear Tuhan,

Maaf kalau aku memaksa.

Jadi kapan?

Mau cari yg seperti apa? Yg kaya? Yg ganteng? Atau kombinasi semuanya? <— pertanyaan kedua setelah pertanyaan KAPAN ๐Ÿ™‚

Hey, untuk yg nanya “KAPAN” , nampaknya kalian salah tanya ๐Ÿ™‚ Pertanyaan kapan itu bukan kuasa saya untuk jawab.ย Memang saya siapa? Tuhan?ย Lah wong saya aja sama penasarannya sama kalian ko ๐Ÿ˜€ Ajukan pertanyaan kapan kamu pada Yang Punya Waktu ya, da saya mah hanya manusia yang bisanya cuman buat ribuan rencana ย dimana sisanya Tuhan yang punya kuasa.

Lalu apa yg dicari? Apakah yang kaya raya-kah? yang hartanya melimpah ruah dan gak abis dibagi 7 turunan-kah? atau yang ganteng dan aura seksinya menyerupai Adam Levine-kah :p

Oh God, pengen ketawa rasanya nulis paragraf terakhir itu ๐Ÿ˜€ ย Level ke-keren-an cowo diliat dari fisiknya itu mah anak sekola pisan :p Dulu waktu masih amat belia memang definisi keren itu ya yg begitu. Hanya saja seturut dengan bertambahnya usia dan tingkat kedewasaan entah kenapa kriteria keren model gitu pelan-pelan kehapus dan keganti. Lambat laun pemain basket yang tinggi dan putih udah ga bikin takjub mata lagi, orang organisasi nampak biasa aja bahkan orang yg ip-nya tinggi pun yah biasa aja keliatannya, ngga ada cahaya-cahaya nya gitu (apa sehh -_- ) ngga semenakjubkan dulu ๐Ÿ™‚

Bermalam – malam yang lalu terlintas dipikiran saya emangnya kriteria saya itu yang kayak apa sih? Saya renungin baek – baek…. dan ternyata jauh dilubuk hati saya kriteria lelaki keren itu ada di ayah saya. Orang bilang seorang ayah akan selalu jadi cinta pertama anak perempuannya, ah nampaknya saya termasuk kelompok itu. Cinta pertama saya didunia ini adalah alm. ayah saya.

Cerdasnya beliau, hangatnya beliau, sabarnya beliau, hebatnya beliau….Tuhan…saya tau banget ngga ada satu manusia pun yang sama dan serupa diatas bumi ini tapi bisalah Tuhan kalau “orang itu” se-enggak-nya punya sifat sifat baik seperti ayah saya.

Dan oiya, bisakah kalian berenti menanyakan kapan dkk ? Jadi males tau kalo diajak reunian atau ngumpul kangen kangenan kalo terus ditanyain model begitu. Ah atau memang kalian terlalu “care” sama hidup orang lain ya ๐Ÿ˜€

 

Tentang rindu

Matahari sore ini mirip dengan yang ada dikampungku. Hangatnya, terangnya…. ah mungkin aku sedang merindu. Rindu kampung halamanku, tempatku menjejakkan langkah diawal-awal masa hidupku.

Cirebon dan Tegal, kenangan akan dua kota ini selalu membuatku melayang. Pikiranku dengan pintarnya menerjang terowongan waktu tanpa ampun, membuatku melonjak lonjak melompat riang. Sepuluh tahun, dua puluh tahun seberapapun lamanya jarak itu.

Mungkin aku sedang merindu, rindu akan rumah kecilku, rindu akan tanahnya, rindu akan dedaunannya, rindu akan ibu, rindu akan ayah, rindu akan tetanggaku, rindu akan awan, rindu akan langit biru, rindu akan waktu.

Aku merindu masa lalu.

Kamu (lagi)

Untuk kamu, sebuah nama yang belum bisa disebut lisan, sebuah nama yang mungkin membaca postingan ini, sebuah nama yang entah bagaimana selalu terselip dalam doa.

Untuk kamu, sebuah nama yang melompat lompat dari otak lalu ke hati kemudian ‘meluluh lantakan’ kerja jantungku, sebuah nama yang sanggup menenggelamkanku dalam suatu tenang yang dalam.

Untuk kamu, sebuah nama yang masih saja rahasia dan untuk Tuhan yang berjanji akan mengungkapnya…. nanti.