Berserah di awal dan di akhir

Jadi semalaman aku mikir apa sih pangkal dari kecewa itu, dan didapatlah suatu pencerahan hehee bahwa sesungguhnya kecewa itu kebanyakannya karena kenyataan yang ngga sama seperti harapan kita 🙂

Gimana, apa ada yg baca sambil nganggukin kepala ? atau baca sambil berdehem? Apapun reaksi kamu, berarti sedikit banyak kamu sependapat sama pemikiran ku.

Yah begitulah kadang emang kenyataan ngga seindah bayangan. Manusia emang pintarnya  berencana hanya saja untuk hasil Tuhan yang berkuasa. Dan kalau hasilnya ngga oke menurut pandangan kita, biasanya kita kecewa.

Adakah cara buat ngehindarin yang namanya kecewa? Ada, ada banget malahan tapi syusyah banget untuk dilakuin. Jawabannya adalah BERSERAH. Berserah diawal dan berserah diakhir. Berserah untuk apapaun yang bakal terjadi atas segala rencana kita.

Berserah diawal ketika kita sedang mulai berencana, berusaha semaksimal yang kita bisa, berserah diakhir ketika kita sedang menunggu hasil. Berserah diawal dan berserah diakhir, meyakini bahwa pada akhirnya apapun jawaban/ hasilnya itu semua baik. Baik buat kita dan buat orang-orang disekitar kita.

Berserah diawal dan berserah diakhir, ketika segala usaha kita nampak sia-sia. Sepenuhnya mempercayakan hasil pada yang maha kuasa. Sekali lagi manusia pintarnya berencana dan berusaha. Yah segitu doang yang bisa manusia lakuin, masalah hasil bukan lagi kuasa manusia (menurutku loh). And guys please stop worrying 🙂

Melapangkan dada selapang yang kita bisa, mengikhlaskan hati seikhlas-ikhlasnya untuk apapun jawaban/ hasil usaha kita. Percaya bahwa pada akhirnya semuanya itu akan baik. Dan memang pada akhirnya semua itu baik 🙂

PS : anyway, ngepost beginian gampang amir ya hehee percaya deh aku pribadi aja masih syusyah nerapin apa yang aku tulis, wahh nampaknya bakal jadi peperangan setiap hari ya 🙂 Semoga aku menang. Amin