Sepatah kata iya

Menyambungkan tali yg sudah kadung putus adalah rumit, entah harus mengikatnya dengan simpul yg berbeda atau menambah tali lainnya.
Mungkin harus dibiarkan saja, tidak perlu ditambah temali lainnya.
Mungkin memang seharusnya seperti itu, memaksa menyambung mungkin bukan jawaban ataupun jalan keluar.
Membiarkan 2 temali terkulai tanpa ikatan namun saling bersebelahan.
Menyadari keberadaan namun tak tahu harus diapakan.
Perlukah untuk saling mengingatkan?Setidaknya tentang waktu lampau yang pernah terbentang.
Mungkin kamu lupa tapi tidak aku.
Padaku semuanya terekam, dalamku segalanya tertanam.Mungkin kamu lupa, tapi tidak aku. Karena padaku setiap detailnya disimpan dalam sebuah kotak bernama keabadian.

Ps: utk sepatah kata iya dari beku yang sudah lama, mulai sekarang dan mudah mudahan selamanya.

Iklan

Penulis: biruselalubaru

Seorang anak, seorang karyawan, seorang adik dan juga seorang kakak, pecinta liburan dan akhir pekan, pemikir kelas ringan, dunia itu abu abu tidak ada yang hanya jahat saja ataupun baik saja.

1 thought on “Sepatah kata iya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s