Pandang bintangnya

Cuma Tuhan yang tahu betapa rumit dan kalutnya benang pikiran dikepalaku. Ini dan itu bercampur teraduk aduk. Ruwet runyam 😦 😦

Belum lagi ditambah efek hormon yang naik turun halahhh pusing 😦

Ketika harapan dan kenyataan masih saja baru sekedar bersebelahan belum jadi satu jalan.

Ketika seharusnya ragu tidak datang dan yang ada cuma iman.

Cuma kata pak pendeta kemarin, beriman itu bukan berarti ngga pernah ragu, beriman itu tentang menghadapi keraguan. Pandang bintangnya begitu kata Pak Aristo kemaren. Dan ya sepertinya itu jadi satu satunya jalan yang paling bener. Pandang bintangnya sekalipun mungkin baru aku doang yang bisa liat bintang itu, tapi tetep pandang bintangnya.

Iklan

Penulis: biruselalubaru

Seorang anak, seorang karyawan, seorang adik dan juga seorang kakak, pecinta liburan dan akhir pekan, pemikir kelas ringan, dunia itu abu abu tidak ada yang hanya jahat saja ataupun baik saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s