Cinta ibu

Kemarin seorang teman kerja ku (yg kebetulan pria) berkata bahwa kelak bila istrinya berkata kasar pada ibunya maka dia akan langsung menceraikannya – oiya sampai tulisan ini dibuat status temenku itu masih lajang tanpa merana-

Sekalipun sedikit keras tapi aku sedikit banyak sepakat dengan pendapat temenku itu. Dalam hal ini bukan berarti aku setuju dengan perceraiannya loh, aku setuju sama pendapat temenku yang menempatkan sosok ibu diatas segalanya.

…………………..

Ibuku sudah menjadi orang tua tunggal selama lebih dari 20 tahun. Dalam rentang waktu itu aku menyaksikan, mendengar dan merasakan lelahnya, kecewanya, keputusasaannya, semangatnya, menangisnya, tawanya, bahagianya.

Ah ibu, kalau bumi ini punyaku maka akan kuberi buatmu.

………………….

Sampai saat ini aku belum menikah, kata orang-orang disekitarku mungkin aku yang terlalu pemilih.

Iya aku memang pemilih, aku akan memilih lelaki yang punya cinta meluap luap buatku, buat keluargaku dan ibuku.

Aku cuma punya satu ibu, aku mau dia bahagia sebahagia aku atau bahkan lebih.

Ketika nanti lelaki itu datang dan masuk dalam hidupku, maka aku akan ajukan satu permintaan khusus untuknya, sayangi ibuku maka aku akan menyayangi ibumu.

Iklan

Menunggu

Aku sedang menunggu. Aku benci menunggu tapi kadang hidup mengarahkan jalanku pada satu keadaan dimana aku harus sabar menunggu.

Hari ini aku sedang menunggu, menunggu ini dan menunggu itu.

Abraham dulu menunggu, Nuh juga menunggu, Musa juga dulu menunggu dan sekian banyak orang kudus pun mengalami menunggu.

Aku menunggu, menunggu ini dan menunggu itu. Kamu pun juga bukan?

Menunggu mimpi yang terwujud, menunggu keajaiban yang datang, menunggu jawaban doa.

Menunggu janji janji yang tergenapi.

Aku manusia yang kadang ingin segala sesuatu terjadi dalam kejapan mata, aku kadang tidak punya banyak lapisan kesabaran. Bahkan kadang aku berharap punya tongkat ajaib pengabul segala doa. Apa kamu juga?

…………………………..

Hari ini aku baru saja baca newsletter dari Ps. Rick Warren, beliau bilang dalam masa menunggu sesungguhnya kita gak sendirian. When you are waiting on God, remember that you’re in a  good company begitu katanya.

We are in a hurry but God is not in a hurry begitu kata Rick Warren, ya baiklah….hanya saja menunggu dengan sabar itu sulit, menunggu sampai jawaban datang itu melelahkan dan melemahkan.

Aku tidak menunggu dalam sendiri. Abraham, Hana, Musa, Nuh dan sekian banyak tokoh di Alkitab mengalami yang namanya menunggu. Mereka sabar menunggu harusnya aku juga.

Mereka sabar menunggu dan mereka dapatkan jawaban.

Menunggu mungkin menyebalkan tapi apalah daya ku ketika Tuhan mau aku untuk menunggu. Hanya beri aku sabar yang banyak ketika aku menunggu, itu doaku.

 

 

 

My wedding dream

Jam kantor baru menunjukkan pukul 08.15an dan cewe cewe seruangan plus ka carli udah pada heboh aja ngomongin tentang pernikahan 😀
Percakapan luar biasa ini diawali dengan ngomongin tentang bara kebaya yg konon kata temenku Devi hasil jaitannya bagus trus kemudian nyambung ke vera kebaya lanjut lagi gedung mulia raja dan lanjut lagi ke adat nikahan ala batak yg konon jauh dari kata simple 🙂
Wah kalo dari hasil diskusi (weww)sesama cewe cewe sih emang terlihat ruwet dan ribet dan kayaknya bukan aku banget aja. Iya aku ini kan separo batak yang anti ruwet. Well, pernikahan adat ala batak kayaknya belum terlintas deh dipikiranku.
Dikhayalan tingkat tinggi ku yg namanya pernikahan itu sifatnya harus intim, pribadi, ga heboh tapi berkesan baik buat pengantin, keluarga maupun tamunya.
Pernikahan impian aku sampe tulisan ini diposting masih yg open door, masih yg dialam terbuka, yg atapnya langit malam dan lampunya bintang bintang (lebay ya biarin ya),atau diantara pepohonan pinus di pagi menjelang siang yg adem, atau dihamparan pasir putih dipantai yg musiknya adalah ombak yg hilir mudik.
Boo kayak yg di film film ya wkkwkww ya udah sih biarin lah aku berkarya dalam hal menghayal ini siapa tau jadi kenyataan kan? 😀

Ps: diatas segalanya yg penting marriage nya bukan wedding nya