Tidak terlewat

Hi, rasanya sudah lama aku tidak menyapamu, tidak dalam terangnya siang dan juga tidak dalam senyapnya malam.

Maaf kamu terlewat.

Sayang, kamu tidak terlupa, hanya saja hariku disini memaksa siang menjadi lebih panjang dan malam sekejap saja menghilang.

Ah alasan, mungkin itu yang ada dipikirmu.

Maaf kamu terlewat.

Sayang, aku sedang bingung menggabungkan kata dalam doa, sekalipun Tuhan tidak pernah sekalipun mensyaratkan doa nan indah untuk dikabulkan.

Sayang, aku  bingung bagaimana caranya meminta tanpa bermaksud menghabiskan semua jawaban doa untukku saja.

Padahal  kamu itu permintaan teregoisku.

Sayang, apa kabar matahari disana? Pertanyaan aneh ya, jangan tertawa aku sedang menanyakan kabar harimu? Baikkah? Semoga.

Sayang, apakah aku terlewat? Apakah kamu melewatkanku?

Jangan, setidaknya mulai sekarang dan jutaan hari kedepan.

 

Iklan

Penulis: biruselalubaru

Seorang anak, seorang karyawan, seorang adik dan juga seorang kakak, pecinta liburan dan akhir pekan, pemikir kelas ringan, dunia itu abu abu tidak ada yang hanya jahat saja ataupun baik saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s