Diposkan pada Auditor, Cerita, Doa, Jurnal Syukur, Kantor, Psikotes Interview

Masih inget postinganku yg judulnya “Jalan Panjang Menjadi Auditor” well kayaknya mesti diralat deh jadi “Jalan Terjal Menjadi Auditor” bukan sekedar panjang tapi juga terjal oiya dan melelahkan serta menyetreskan (beuhh bahasa … ).

Seminggu yang lalu aku baru aja selesai witness audit di salah satu perusahaan asuransi terkemuka. Total hari audit 4 hari (3 hari audit + 1 hari transisi), rasanya witness audit itu campur aduk, mulai dari ga bisa tidur, sampe sakit kepala.

Dan pas reportnya udah kelar itu rasanya leeeeegaaaaaaaa 😀 Sampai hari ini report audit masih dipegang sama witnessor-ku, ga tau deh hasilnya ntar gimana.

===============

Update 26/10/2017

Report audit baru aja pindah tangan ke admin utk di upload dan direview oleh HO, semoga approved ya.

Btw aku juga mau cerita kalo hari ini aku baru aja lulus audit course utk category 4, 2x sih nyoba tesnya. Tes yg pertama failed hehehe Puji Tuhan yg kedua dinyatakan passed 🙂

Sebelum itu ada kabar baik yg mesti di share juga bahwa akhirnya aku approved jadi auditor (Praise Lord) setelah setengah tahun jatuh bangun dan hampir putus asa dan malahan udah bertanya – tanya sama Tuhan apa kerjaan ini beneran buatku ataw bukan (forgive me Lord). Aku ga tau bakal kayak apa kedepannya, yg pasti aku meyakini Tuhan selalu menempatkan aku ditempat yg tepat, diwaktu yg tepat, bertemu dengan orang-orang yg tepat.

So here I am, a newbie in auditing world. Kalau kata senior ku dunia perauditan mengharuskan setiap auditornya utk selalu belajar, setiap harinya. Ngga ada kata auditor yg sudah pintar, setiap audit adalah lahan belajar buat auditor. Yang ada adalah pengalaman bertambah dan pengetahuan bertambah.

So pray for me, supaya bisa jadi auditor yg amanah, yg berhikmat supaya setiap keputusan yg diambil adalah tepat dan benar 🙂

PS : doain juga supaya report auditnya diapprove sama HO (amin)

Iklan
Diposkan pada Alkitab, Bible, Cerita, Doa, Maklum, Namanya Juga Manusia, Perasaan, Q and A, Renungan, Terapi Jiwa

Menunggu

Aku sedang menunggu. Aku benci menunggu tapi kadang hidup mengarahkan jalanku pada satu keadaan dimana aku harus sabar menunggu.

Hari ini aku sedang menunggu, menunggu ini dan menunggu itu.

Abraham dulu menunggu, Nuh juga menunggu, Musa juga dulu menunggu dan sekian banyak orang kudus pun mengalami menunggu.

Aku menunggu, menunggu ini dan menunggu itu. Kamu pun juga bukan?

Menunggu mimpi yang terwujud, menunggu keajaiban yang datang, menunggu jawaban doa.

Menunggu janji janji yang tergenapi.

Aku manusia yang kadang ingin segala sesuatu terjadi dalam kejapan mata, aku kadang tidak punya banyak lapisan kesabaran. Bahkan kadang aku berharap punya tongkat ajaib pengabul segala doa. Apa kamu juga?

…………………………..

Hari ini aku baru saja baca newsletter dari Ps. Rick Warren, beliau bilang dalam masa menunggu sesungguhnya kita gak sendirian. When you are waiting on God, remember that you’re in a  good company begitu katanya.

We are in a hurry but God is not in a hurry begitu kata Rick Warren, ya baiklah….hanya saja menunggu dengan sabar itu sulit, menunggu sampai jawaban datang itu melelahkan dan melemahkan.

Aku tidak menunggu dalam sendiri. Abraham, Hana, Musa, Nuh dan sekian banyak tokoh di Alkitab mengalami yang namanya menunggu. Mereka sabar menunggu harusnya aku juga.

Mereka sabar menunggu dan mereka dapatkan jawaban.

Menunggu mungkin menyebalkan tapi apalah daya ku ketika Tuhan mau aku untuk menunggu. Hanya beri aku sabar yang banyak ketika aku menunggu, itu doaku.

 

 

 

Diposkan pada Cerita, Doa, Paspor

Bikin Paspor

Pagi ini aku bantuin temen kerja ku bikin paspor online, ahh jadi inget waktu aku bikin paspor dulu 🙂 Sebelumnya terima kasih loh pada berbagai sumber di google yang udah ngebantuin aku juga pas dulu bikin paspor online.

Dulu bikin paspor rencananya sih emang buat liburan ke Singapura lantaran tergiur sama promo tiket pesawat Air Asia yang sesuai sama slogan nya “Everyone can fly” . Tapi sayangnya sampai hari ini paspornya masih kosong tuh 😀

Yah siapa tau ada rezeki kan ya, tiba-tiba diajakin liburan atau ditugasin kantor gitu *ngarep*

Btw, bikin paspor ngga seribet yang aku kira kok apalagi sekarang apa-apa udah pake sistem online. Dengan bermodal koneksi internet yang stabil dan uang sejumlah kurang lebih 350 rb-an serta sedikit kesabaran pas ngantri dikantor imigrasi, jadi deh paspornya *tadaa*

Nah paspor udah jadi berarti tinggal jalan – jalannya huehehee.

Semoga tahun depan bisa dipakai ya kaka kaka mohon doanya 🙂

Diposkan pada Cerita, Doa, Mimpi, Perasaan, Semangat, TOEFL

Semangat!!!

Kali ini aku mau cerita tentang mimpi atau bisakah kalo sekarang disebut cita-cita? Iya cita-cita selangkah lebih maju daripada sekedar bermimpi karena setidaknya aku sudah punya sedikit rencana untuk mewujudkannya. Sedikit-sedikit, perlahan tapi pasti. Amin.

Sekolah lagi, iya itulah mimpi yang jadi cita-cita aku sekarang ini. Dulu bertahun tahun yang lalu *mulei sotoy dan sok tua* nglanjutin s1 itu sempet jadi mimpi menggebu – gebuku sayangnya makin kesini kok keinginannya makin redup….

Sampai ketika aku memutuskan untuk ikutan les toefl preparation dan ketemu teman-teman yang ambisi pendidikannya melebihi aku 🙂 Mereka kebanyakannya memang ikut TOEFL Preparation karena mau lanjut kuliah ke luar negeri. Wah aku jadi merasa termotivasi lagi 😀

Keluar negri? Sekolah? Beasiswa…… dapat beasiswa untuk nglanjutin sekolah keluar negri yapp itu tujuan aku saat ini. Ngayal? Oh jelas tapi bukannya segala sesuatu yang besar itu dimulai dari hayalan 🙂

Ada beberapa orang yang aku kenal yang bahkan untuk mengkhayal saja tidak berani, kasihan ya… wong ngayal itu nggak bayar kok. Aku berkhayal dan yang lebih utama lagi aku melakukan sesuatu untuk mewujudkan hayalan yang konon kata beberapa orang disebut mustahil.

Aku ngga tau apa aku bakal jadi lanjut sekolah keluar negri atau ngga, jalannya masih panjang dan berliku. But heyy, setidaknya aku sudah melangkah sekalipun saat ini baru selangkah, setidaknya aku tidak tinggal diam dan setidaknya aku tidak akan menyesal karena sudah memilih berjalan maju.

Aku tahu kalaupun aku tidak sampai ketujuanku aku sudah berjalan melebihi mereka yang hanya bisa diam dan mencibirku. Mereka selamanya akan tetap ada dibelakangku 🙂

The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams – Eleanor Roosevelt-

 

Diposkan pada Cerita, Doa, Kantor, TOEFL

Placement Test TOEFL Preparation

Hari minggu ini sekitar jam 8 pagi aku ada jadwal placement test untuk kursus Toefl Preparation di LIA Depok. Banyak orang yang tanya kenapa aku ambil TOEFL kenapa bukan bussiness conversation aja? Malah ada yg ngira aku ambil TOEFL karena pengen nerusin kuliah lagi diluar negeri (kalo yang ini aku amin-in).

Anyway, ikutan TOEFL udah jadi impian aku dari dulu (aneh ya), impian ko ikutan kursus hehee bukannya liburan kemana gitu atau beli apa gitu lah kok malah kursus 🙂 Kalau jadi kursus kali ini adalah kali pertamanya aku kursus bahasa inggris. Iya seumur-umur aku belum pernah ikutan kursus bahasa asing, penyebabnya ya apalagi kalo bukan karena alasan ekonomi. Booo kursus bahasa inggris itu mahal apalagi buat kantong karyawan yg nyambi jadi mahasiswa….kering deh itu kantong.

Setelah beberapa pertimbangan dan makin ringannya beban ekonomi ( lebay) akhirnya diputuskanlah untuk mewujudkan mimpi aku yang satu ini, kursus TOEFL.

Apa aku pengen nglanjutin sekolah lagi? Iya aku mau banget kalo ada rejeki dan kesempatan. Dan TOEFL adalah salah satu syarat yang menurutku membuka banyak pintu untuk ngedapetin beasiswa buat nerusin sekolah (ke luar negeri yo). Berdasarkan hasil pengamatanku terhadap milis milis scholarship yang masuk ke email hampir dipastikan salah satu syarat utamanya adalah nilai TOEFL minimal 450. Yah siapa tau kan ya, Tuhan lagi menyebarkan serbuk ajaib bernama jawaban doa jadi aku bisa lanjut sekolah lagi 🙂

Lanjut ya, sejujurnya sih alasan lain aku ikutan TOEFL adalah karena pengen banget kerja di organisasi internasional dibawah PBB 😀 Aku pernah searching beberapa kali dan syaratnya mereka kalo ngga musti minimal S1 ya punya nilai TOEFL yang memadai. Nah ya maka dari itu aku ikutan TOEFL, siapa tau (lagi) keterima 🙂

Kursus TOEFL sendiri dibagi jadi beberapa level (4 kalo ga salah) dan masing-masing levelnya memakan waktu 3 bulan. Demi menyingkat waktu kursus dan menghemat biaya kursus yang lumayan itu maka dari hari kemarin sih aku udah belajar dikit-dikit supaya paling ngga levelnya ngga dibawah bawah amat gitu 😀

Wish me luck ya kawan-kawan. Doakan supaya hasil placement test – nya bagus, dan semoga kedepannya dapet nilai TOEFL yang bagus pula terus bisa deh nganter aku kerja di tempat yang aku mau. Amin.

Diposkan pada Cerita, Doa, Jurnal Syukur, Terapi Jiwa

Berserah di awal dan di akhir

Jadi semalaman aku mikir apa sih pangkal dari kecewa itu, dan didapatlah suatu pencerahan hehee bahwa sesungguhnya kecewa itu kebanyakannya karena kenyataan yang ngga sama seperti harapan kita 🙂

Gimana, apa ada yg baca sambil nganggukin kepala ? atau baca sambil berdehem? Apapun reaksi kamu, berarti sedikit banyak kamu sependapat sama pemikiran ku.

Yah begitulah kadang emang kenyataan ngga seindah bayangan. Manusia emang pintarnya  berencana hanya saja untuk hasil Tuhan yang berkuasa. Dan kalau hasilnya ngga oke menurut pandangan kita, biasanya kita kecewa.

Adakah cara buat ngehindarin yang namanya kecewa? Ada, ada banget malahan tapi syusyah banget untuk dilakuin. Jawabannya adalah BERSERAH. Berserah diawal dan berserah diakhir. Berserah untuk apapaun yang bakal terjadi atas segala rencana kita.

Berserah diawal ketika kita sedang mulai berencana, berusaha semaksimal yang kita bisa, berserah diakhir ketika kita sedang menunggu hasil. Berserah diawal dan berserah diakhir, meyakini bahwa pada akhirnya apapun jawaban/ hasilnya itu semua baik. Baik buat kita dan buat orang-orang disekitar kita.

Berserah diawal dan berserah diakhir, ketika segala usaha kita nampak sia-sia. Sepenuhnya mempercayakan hasil pada yang maha kuasa. Sekali lagi manusia pintarnya berencana dan berusaha. Yah segitu doang yang bisa manusia lakuin, masalah hasil bukan lagi kuasa manusia (menurutku loh). And guys please stop worrying 🙂

Melapangkan dada selapang yang kita bisa, mengikhlaskan hati seikhlas-ikhlasnya untuk apapun jawaban/ hasil usaha kita. Percaya bahwa pada akhirnya semuanya itu akan baik. Dan memang pada akhirnya semua itu baik 🙂

PS : anyway, ngepost beginian gampang amir ya hehee percaya deh aku pribadi aja masih syusyah nerapin apa yang aku tulis, wahh nampaknya bakal jadi peperangan setiap hari ya 🙂 Semoga aku menang. Amin

Diposkan pada Doa

Iman dan Amin

Karena aku percaya bahwa doa yang bahkan cuman sebaris dua baris kalimat itu punya kuasa besar dan mampu mengubah kehidupan.

Ada iman tersirat di tiap patah katanya dan ada amin di akhirnya 🙂

2015

Postingan pertama ditahun yang baru. Ada banyak hal yang terjadi ditahun kemarin, ada mimpi yang bisa diraih, ada pula yang masih mengambang diudara, mungkin Tuhan sedang bilang nanti alih-alih berkata iya atau tidak.

Buatku pribadi tahun 2014 ibarat sekolah kelas percepatan, murid-muridnya dianggap pintar dan mampu mengikuti pelajaran yang dipadatkan supaya bisa cepat-cepat naik kelas atau bahkan lulus sekolah. Dalam setahun ini rasa-rasanya aku “dipaksa” belajar banyak hal dengan hitungan waktu yang singkat. Aku belajar bertahan, belajar berlari, belajar untuk sejenak berhenti, belajar ikhlas, belajar untuk kembali percaya untuk bermimpi, yapp belajar dan belajar…. toh hidup memang kayak gitu kan? Konon orang bijak bilang kalau hidup itu sekolahan tanpa ijazah.

Tahun kemarin juga berasa kayak roller coaster, meluncur bebas dengan teramat cepat tahu-tahu udah tahun baru lagi aja. Duh Tuhan banyak banget hal yang belum aku kerjain setahun yang lalu. Banyak hal yang dilewatkan dan terlewatkan 😦

Banyak hal yang dipergumulkan, banyak doa yang disampaikan dan banyak pula yang diaminkan. Seperti yang aku tulis diparagraf sebelumnya, dari ribuan doa ada yang langsung dijawab iya ada juga yang tidak belum lagi yang jawabannya nanti 😉

Yah untuk apapun jawabannya dan kapanpun akan dijawabnya, aku mah lebih ke berserah aja da aku mah siapa atuh mau menggurui Maha Guru yang Maha Tahu dan Maha Segala itu 🙂 . Aku percaya Dia dan kebesarannya yang mengatasi langit dan bumi, melampaui segala jaman dan masa, melampaui segala rasa…. iya aku selalu percaya padaNya, kamu pun baiknya begitu 🙂

Selamat datang tahun 2015, berbaiklah padaku dan orang orang disekitarku, cintai aku lebih dari tahun yang lalu ❤