Diposkan pada Family, Inspiring Person

Happy Father’s day

Apa kabarmu hari ini, ayah?

Dibumi sedang ada perayaan hari ayah.

….dan bingung mau nulis apa lagi…… I ❤ U daddy

Iklan
Diposkan pada Cerita, Family, I [DONT] hate Monday, Keluarga

Tentang rindu

Matahari sore ini mirip dengan yang ada dikampungku. Hangatnya, terangnya…. ah mungkin aku sedang merindu. Rindu kampung halamanku, tempatku menjejakkan langkah diawal-awal masa hidupku.

Cirebon dan Tegal, kenangan akan dua kota ini selalu membuatku melayang. Pikiranku dengan pintarnya menerjang terowongan waktu tanpa ampun, membuatku melonjak lonjak melompat riang. Sepuluh tahun, dua puluh tahun seberapapun lamanya jarak itu.

Mungkin aku sedang merindu, rindu akan rumah kecilku, rindu akan tanahnya, rindu akan dedaunannya, rindu akan ibu, rindu akan ayah, rindu akan tetanggaku, rindu akan awan, rindu akan langit biru, rindu akan waktu.

Aku merindu masa lalu.

Diposkan pada Cerita, Doa, Family, Inspiring Person, Jurnal Syukur, Keluarga

Selamat Hari Ayah

Tulisan ini tentang dia, tentang ayahku yang wajahnya makin pudar dari ingatanku. Aku sudah lupa seperti apa bentuk matanya, seperti apa bentuk hidungnya……

Dear memori jangan jadikan aku anak durhaka karena lupa seperti apa suaranya.

Aku ingat hari itu yang entah tanggal berapa, tepat pukul 06.00 pagi, kusalami tangan kasar hangat itu tanpa menyadari kalau malamnya dia tidak akan pulang lagi.

Aku ingat hangat pelukannya, aku ingat cara dia tertawa, aku ingat cerita sebelum tidur yang berulang kali diceritakan olehnya, aku ingat permintaan maafnya kala tidak bisa merayakan hari ulang tahunku.

Aku ingat tangis ketika aku sadar dia tidak akan pernah menemaniku lagi, tidak untuk hari itu dan jutaan hari kedepannya.

Teruntuk ayahku,

Pria pertama yang kucintai setengah dari hidupku,

Kau akan bangga punya aku sebagai anakmu,seperti halnya aku bangga padamu.

Selamat hari ayah  

Diposkan pada Cerita, Family, Jurnal Syukur, Terima Kasih

Ema-ku lagi sakit

Empat bulan belakangan ini hampir tiap weekend selalu dihabiskan di Cirebon, hal ini dikarenakan nenekku (aku manggilnya ema) lagi sakit dan terbaring dirumah sakit.
Kalo diitung – itung ema-ku itu tiap bulannya selalu opname, setidaknya dalam 4 bulan ya udah 4x keluar masuk RS. Penyebabnya karena usia. Ema-ku itu usianya udah 88 jalan ke 89, udah tua tapi aku masih bisa liat semangatnya untuk sembuh.
Dokter bilang sakitnya ema ku itu murni karena faktor usia karena setiap kali diukur pasti tekanan darahnya normal, gula darah juga normal, suhu badan normal. Emang ada satu yg ngga bisa dilawan manusia, memang udah kodratnya manusia itu menua, seperti layaknya pohon yang batangnya makin renta….
Saking seringnya bolak-balik RS, perawat disana sampe ada yg dengan teganya bilang supaya ema dipulangin aja (DAMN!!!!) padahal lagi menuju ICU tuh. Pengen teriak didepan perawat gila itu rasanya, sayang aku ga ada disana waktu kejadian. Perawat ko ngomongnya begitu, sama sekali ngga ngebangun! Urusan umur kan ditangan Tuhan, keluarga kan yg penting melakukan semaksimal mungkin, lagi siapa coba yg bisa ngedebat keajaibannya Tuhan? No one!!! camkan itu wahai perawat ga tau diri!!!!!
Hufffttt sepertinya aku harus menahan emosi baik-baik.
Weekend kali ini pun sepertinya aku bakal mudik lagi kesana. Dan oiya, biaya tagihan RS udah keluar, sampai dengan jumat lalu totalnya udah menyentuh angka 21 juta. Banyak ya? Tapi ema kan cucunya banyak jadi bisa patungan. Ahh andai saja Tuhan kasih aku uang cash 20 jt saat ini juga (entah gimana caranya) bakal aku kasih semuanya buat biaya opname ema (semoga didengar Tuhan). Ga akan aku ambil sepeser pun.
Ditengah kekagetan soal biaya opname, entah kenapa ada satu kelegaan yg aku rasain. Mungkin ini yg namanya hasil dari ikhlas, berserah dan mengimani. 20 juta memang bukan jumlah kecil, dan jumlahnya makin membengkak tiap harinya, jujur aku ga punya uang segitu, patungan pun aku mesti bobol tabungan yg cuman 2 juta itu, ditambah bulan depan yg bisanya aku cuman 2 juta lagi. Dari sejuta rasa khawatir dan bingung yg terlintas dikepalaku ini, jauh dilubuk hati terdalam terselip satu keyakinan bahwa uang sejumlah itu atau sejumlah berapapun nantinya pasti terpenuhi, pasti tercukupi.
Aku sampai pada satu kesadaran luar biasa, untuk setiap kekhawatiran pasti ada jalan, untuk setiap pintu tertutup pasti ada pintu lain terbuka dan untuk setiap keterbatasan pasti ada kemampuan. Tuhan menciptakan bumi begitu detil dan begitu sempurna, daun yg hijau, hujan yg turun, air yg kita minum, udara, hewan, manusia, saluran pencernaan yg rumit, saluran pernafasan yg juga tak kalah rumit, semuanya sempurna tanpa cela.
Dan aku, ga ada satu pun alasan yg bisa aku ajukan ke Tuhan buat ngedebat perbuatannya. Dia yg membuat bunga bakung lebih indah daripada pakaian Salomo, dia yg mencukupkan makanan burung burung diudara, dan Dia saja yg akan dan sedang dan akan selalu mencukupkan setiap kebutuhan manusia yang juga adalah ciptaanNya. 
Dari sekian tahun perjalananku mengenal Dia, ga pernah sekalipun Dia biarin aku kelaperan bahkan disaat uang dilemari benar benar ga bersisa (ini beneran kejadian nyata). Jadi masa iya yg 20 juta itu ga dicukupi? Tuhan juga paham uangnya buat apa, bukan buat foya – foya kok. 
Ini percaya butaku, ini imanku, ketika semuanya terjadi diluar keinginanku, maka yg diperlukan cuma percaya bahwa segala sesuatu terjadi untuk kebaikan saja. Semuanya…… tanpa terlewat. 
Dear Tuhan Yesus,
Aku tahu kau tahu.
-Anak Mu-
Diposkan pada Cerita, Doa, Family, I [DONT] hate Monday, Love, Mimpi

Hebat itu

Nanti, ya nanti ketika aku sudah berkeluarga aku mau anakku jadi manusia yang hebat.

Hebat karena dia adalah seorang pekerja keras yang pantang menyerah. Hebat karena kerendah hatiannya. Hebat karena kesantunannya dalam memperlakukan orang lain. Hebat karena kebersahajaannya. Hebat karena cintanya kepada keluarga dan sesama. Hebat karena kepribadiannya. Hebat karena pelukan hangatnya. Hebat karena hormatnya kepada orang tua. Hebat karena ide – ide cemerlangnya, dan terutama diatas segala kehebatan seorang manusia aku ingin dia jadi hebat karena cinta luar biasanya kepada Tuhan sang maha segala.

Dia akan jadi anak yang hebat dan kuat.

Dan dia akan menjadikan dunia jauh lebih ramah bagi para penghuninya.

Diposkan pada Doa, Family

Doa buat Ema

Sedang bergulat dengan kekhawatiran

Dear Tuhan,
Tolong beliau.

*Cijantung, 20 Januari 2014, semalam ema (nenek) masuk rumah sakit, dan saat ini sedang dalam antrian masuk icu. Get well (really) soon ema….

Diposkan pada Cerita, Family, Jurnal Syukur, Mimpi, Terima Kasih

No place like home

Karena Engkau tahu apa yg aku perlu, maka ini doaku :
Dear Tuhan,
Aku (kami) butuh rumah, bukan rumah mewah dengan banyak pilar di kanan kirinya.
Kami butuh rumah, dengan  kamar tidur , kamar mandi, dapur dan ruang keluarga.
Rumah yg cukup untuk menampung 5 orang dewasa dengan keinginan luar biasa.
Rumah yg cukup untuk menampung lemari, sepatu, kulkas dan buku – buku kami yg mulai banyak.
Kami butuh rumah karena kami makin besar sekarang Tuhan.

Karena Engkau maha memberi, maka inilah doaku :
Dear Tuhan,
Rumahnya jangan terlalu jauh sama tempat kerja kami ya, dan Engkau tahu kan kapasitas dompet kami 🙂 sekalipun kami juga tahu Engkau besar dan luar biasa.
Enaknya sih punya rumah sendiri ya, bukan ngontrak,  dan kami gak pernah hilang iman untuk itu.
Suatu hari nanti, kami, satu persatu dari kami akan punya rumah untuk ditinggali, aku (kami) percaya  dengan sangat 🙂
Tapi Tuhan, sekalipun untuk sementara ini kami masih harus ngontrak juga gapapa, ga masalah buat kami, tapi kami butuh yg lebih besar 🙂

Karena doa tidak selamanya harus dengan menutup mata, maka inilah doaku :
Dear Tuhan,
Postingan di blog ini beneran doa ku loh ( kami malahan), aku tahu Engkau dengar Tuhan maka aku ucapkan amin.

PS : Oiya Tuhan, biar kehendakMu yg jadi bukan kehendakku

pict taken from homeeasyimprove.com