RIP om Robert

Hari minggu yang lalu salah satu om ku meninggal dunia, namanya om Robert. Beliau adalah suami dari adik ibuku yang biasa kupanggil i’ Lili. Singkat cerita konon beliau meninggal lantaran fungsi paru-paru nya yang kian menyusut, banyak yang bilang itu semua ngga lain dan ga bukan lantaran kebiasan merokok beliau yang “luar biasa”.

Om Robert yang aku kenal memang seorang perokok berat yang badannya merasa sakit kalau tiba tiba berhenti ngrokok dan luar biasa sehat walafiat kalau pas lagi ngrokok. Nah gaya hidup om ku ini jangan ditiru ya, bahaya.

Perihal rokok dan akibatnya sih rasa-rasanya udah banyak ditelaah oleh berbagai penelitan dan secara garis besar dapat disimpulkan bahwa rokok lebih banyak mudarat-nya daripada kebaikannya. Ngga percaya? Coba kalian baca di label bungkus rokok merk apapun nah “terpampang nyata” kan? Impotensi, gangguan kehamilan dan janin belum lagi kanker dsb dsb… dan orang-orang masih ngga peduli juga -_-

Ok, balik lagi ke cerita ku tentang om ku, sedikit sih memori yang aku ingat tentang beliau..hitungan jari doang mungkin soalnya dulu beliau jarang berkunjung kerumah nenek-ku apalagi berkunjung kerumah orang tuaku.

Apapun itu, semoga om Robert bisa beristirahat dengan tenang disana dan keluarga yang ditinggalkan terutama istri dan anak anaknya diberi ketabahan, kesabaran dan pengharapan bahwa kedepannya semua pasti akan baik-baik saja 🙂

Iklan

Doa pertama

Ada satu doa yang alm. Ayahku ajarkan semasa aku kecil. Seperti ini bunyinya :

Hosilehon Angoluan

Amanami debata

Saepenuji hootuhan

Aetoktong dohobasa

Amen

Doa ini dulu jadi doa makan dan doa sebelum tidurku. Aku mengucapkannya dengan mantap tanpa tahu artinya 🙂

Well, aku meyakini doa ini adalah doa yang baik hingga kata amin pun ringan diucapkan.

Btw, aku ngga terlalu yakin tulisan doa diatas itu bener atau ngga coz aku nulisnya sesuai ejaan yang aku inget aja, ada yang tahu arti doa ini? Heheee doanya pake bahasa batak karena ayahku orang sana, sayangnya belum sempet ngajarin anak-anaknya bahasa batak beliau udah dipanggil Tuhan duluan.

Singkat cerita riwayat doa ini kelar begitu aku makin dewasa berganti dengan doa-doa berbahasa Indonesia.

Doa yang diatas adalah doa yang pertama kali aku pelajari karena selanjutnya disekolah ada doa bapa kami dan doa-doa karangan sendiri yang kadang panjang kadang pendek -tergantung keadaan-

doa-052

Pict. taken from http://www.doaharian.com/front/images/stories/gambar/doa-052.jpg

Tentang rindu

Matahari sore ini mirip dengan yang ada dikampungku. Hangatnya, terangnya…. ah mungkin aku sedang merindu. Rindu kampung halamanku, tempatku menjejakkan langkah diawal-awal masa hidupku.

Cirebon dan Tegal, kenangan akan dua kota ini selalu membuatku melayang. Pikiranku dengan pintarnya menerjang terowongan waktu tanpa ampun, membuatku melonjak lonjak melompat riang. Sepuluh tahun, dua puluh tahun seberapapun lamanya jarak itu.

Mungkin aku sedang merindu, rindu akan rumah kecilku, rindu akan tanahnya, rindu akan dedaunannya, rindu akan ibu, rindu akan ayah, rindu akan tetanggaku, rindu akan awan, rindu akan langit biru, rindu akan waktu.

Aku merindu masa lalu.

Selamat Hari Ayah

Tulisan ini tentang dia, tentang ayahku yang wajahnya makin pudar dari ingatanku. Aku sudah lupa seperti apa bentuk matanya, seperti apa bentuk hidungnya……

Dear memori jangan jadikan aku anak durhaka karena lupa seperti apa suaranya.

Aku ingat hari itu yang entah tanggal berapa, tepat pukul 06.00 pagi, kusalami tangan kasar hangat itu tanpa menyadari kalau malamnya dia tidak akan pulang lagi.

Aku ingat hangat pelukannya, aku ingat cara dia tertawa, aku ingat cerita sebelum tidur yang berulang kali diceritakan olehnya, aku ingat permintaan maafnya kala tidak bisa merayakan hari ulang tahunku.

Aku ingat tangis ketika aku sadar dia tidak akan pernah menemaniku lagi, tidak untuk hari itu dan jutaan hari kedepannya.

Teruntuk ayahku,

Pria pertama yang kucintai setengah dari hidupku,

Kau akan bangga punya aku sebagai anakmu,seperti halnya aku bangga padamu.

Selamat hari ayah  

Ema-ku lagi sakit

Empat bulan belakangan ini hampir tiap weekend selalu dihabiskan di Cirebon, hal ini dikarenakan nenekku (aku manggilnya ema) lagi sakit dan terbaring dirumah sakit.
Kalo diitung – itung ema-ku itu tiap bulannya selalu opname, setidaknya dalam 4 bulan ya udah 4x keluar masuk RS. Penyebabnya karena usia. Ema-ku itu usianya udah 88 jalan ke 89, udah tua tapi aku masih bisa liat semangatnya untuk sembuh.
Dokter bilang sakitnya ema ku itu murni karena faktor usia karena setiap kali diukur pasti tekanan darahnya normal, gula darah juga normal, suhu badan normal. Emang ada satu yg ngga bisa dilawan manusia, memang udah kodratnya manusia itu menua, seperti layaknya pohon yang batangnya makin renta….
Saking seringnya bolak-balik RS, perawat disana sampe ada yg dengan teganya bilang supaya ema dipulangin aja (DAMN!!!!) padahal lagi menuju ICU tuh. Pengen teriak didepan perawat gila itu rasanya, sayang aku ga ada disana waktu kejadian. Perawat ko ngomongnya begitu, sama sekali ngga ngebangun! Urusan umur kan ditangan Tuhan, keluarga kan yg penting melakukan semaksimal mungkin, lagi siapa coba yg bisa ngedebat keajaibannya Tuhan? No one!!! camkan itu wahai perawat ga tau diri!!!!!
Hufffttt sepertinya aku harus menahan emosi baik-baik.
Weekend kali ini pun sepertinya aku bakal mudik lagi kesana. Dan oiya, biaya tagihan RS udah keluar, sampai dengan jumat lalu totalnya udah menyentuh angka 21 juta. Banyak ya? Tapi ema kan cucunya banyak jadi bisa patungan. Ahh andai saja Tuhan kasih aku uang cash 20 jt saat ini juga (entah gimana caranya) bakal aku kasih semuanya buat biaya opname ema (semoga didengar Tuhan). Ga akan aku ambil sepeser pun.
Ditengah kekagetan soal biaya opname, entah kenapa ada satu kelegaan yg aku rasain. Mungkin ini yg namanya hasil dari ikhlas, berserah dan mengimani. 20 juta memang bukan jumlah kecil, dan jumlahnya makin membengkak tiap harinya, jujur aku ga punya uang segitu, patungan pun aku mesti bobol tabungan yg cuman 2 juta itu, ditambah bulan depan yg bisanya aku cuman 2 juta lagi. Dari sejuta rasa khawatir dan bingung yg terlintas dikepalaku ini, jauh dilubuk hati terdalam terselip satu keyakinan bahwa uang sejumlah itu atau sejumlah berapapun nantinya pasti terpenuhi, pasti tercukupi.
Aku sampai pada satu kesadaran luar biasa, untuk setiap kekhawatiran pasti ada jalan, untuk setiap pintu tertutup pasti ada pintu lain terbuka dan untuk setiap keterbatasan pasti ada kemampuan. Tuhan menciptakan bumi begitu detil dan begitu sempurna, daun yg hijau, hujan yg turun, air yg kita minum, udara, hewan, manusia, saluran pencernaan yg rumit, saluran pernafasan yg juga tak kalah rumit, semuanya sempurna tanpa cela.
Dan aku, ga ada satu pun alasan yg bisa aku ajukan ke Tuhan buat ngedebat perbuatannya. Dia yg membuat bunga bakung lebih indah daripada pakaian Salomo, dia yg mencukupkan makanan burung burung diudara, dan Dia saja yg akan dan sedang dan akan selalu mencukupkan setiap kebutuhan manusia yang juga adalah ciptaanNya. 
Dari sekian tahun perjalananku mengenal Dia, ga pernah sekalipun Dia biarin aku kelaperan bahkan disaat uang dilemari benar benar ga bersisa (ini beneran kejadian nyata). Jadi masa iya yg 20 juta itu ga dicukupi? Tuhan juga paham uangnya buat apa, bukan buat foya – foya kok. 
Ini percaya butaku, ini imanku, ketika semuanya terjadi diluar keinginanku, maka yg diperlukan cuma percaya bahwa segala sesuatu terjadi untuk kebaikan saja. Semuanya…… tanpa terlewat. 
Dear Tuhan Yesus,
Aku tahu kau tahu.
-Anak Mu-

Hebat itu

Nanti, ya nanti ketika aku sudah berkeluarga aku mau anakku jadi manusia yang hebat.

Hebat karena dia adalah seorang pekerja keras yang pantang menyerah. Hebat karena kerendah hatiannya. Hebat karena kesantunannya dalam memperlakukan orang lain. Hebat karena kebersahajaannya. Hebat karena cintanya kepada keluarga dan sesama. Hebat karena kepribadiannya. Hebat karena pelukan hangatnya. Hebat karena hormatnya kepada orang tua. Hebat karena ide – ide cemerlangnya, dan terutama diatas segala kehebatan seorang manusia aku ingin dia jadi hebat karena cinta luar biasanya kepada Tuhan sang maha segala.

Dia akan jadi anak yang hebat dan kuat.

Dan dia akan menjadikan dunia jauh lebih ramah bagi para penghuninya.