I’m ok

I’m ok, iya betulan aku tuh baek baek aja 🙂

Terima kasih banyak udah care banget sama aku, tapi aku baek baek aja kok. Ngga ada yang perlu dikhawatirin ngga ada yg perlu dicemasin apalagi dikasianin 🙂

Anyway, kalo kalian benar benar kenal aku, maka kalian harusnya tahu aku paling ga suka utang budi sama orang lain karena bayarnya susah soalnya berdasarkan pengalaman dari beberapa orang yg aku berhutang budi kebanyakannya suka “nguar-nguarkeun” (basa sundanya) maksudnya suka diomong-omongin gitu keorang lain iihh kan jadinya males. Sekalipun banyak juga yang tulus cuman hmmm gimana bilangnya ya….. mohon restu….ijinkan saya memutuskan jalan hidup saya sendiri.

Ada beberapa orang yang aku kenal dengan baik dan sayangnya untuk beberapa hal juga aku hindari buat melibatkan mereka dalam hidup aku lebih jauh. Entah kenapa udah anti aja gitu…mereka ga jahat hanya saja ada beberapa hal yg aku ga cocok aja sama mereka.. mungkin ada beberapa tindakan mereka diwaktu lalu yang aku ga suka yah yg menurutku seharusnya ga dilakuin sama mereka.Ah ya begitulah….sulit buat ngejelasin perasaan pake perkataan….kalau lukisan mungkin jadinya abstrak.

……dan aku bingung harus nulis apa lagi 🙂

Terima kasih sekali lagi untuk peduli dan akan sangat berterima kasih pula kalau bisa memahami dan oh iya ga pake maksa ya….. I ❤ all 🙂

Iklan

Tentang rindu

Matahari sore ini mirip dengan yang ada dikampungku. Hangatnya, terangnya…. ah mungkin aku sedang merindu. Rindu kampung halamanku, tempatku menjejakkan langkah diawal-awal masa hidupku.

Cirebon dan Tegal, kenangan akan dua kota ini selalu membuatku melayang. Pikiranku dengan pintarnya menerjang terowongan waktu tanpa ampun, membuatku melonjak lonjak melompat riang. Sepuluh tahun, dua puluh tahun seberapapun lamanya jarak itu.

Mungkin aku sedang merindu, rindu akan rumah kecilku, rindu akan tanahnya, rindu akan dedaunannya, rindu akan ibu, rindu akan ayah, rindu akan tetanggaku, rindu akan awan, rindu akan langit biru, rindu akan waktu.

Aku merindu masa lalu.

Hebat itu

Nanti, ya nanti ketika aku sudah berkeluarga aku mau anakku jadi manusia yang hebat.

Hebat karena dia adalah seorang pekerja keras yang pantang menyerah. Hebat karena kerendah hatiannya. Hebat karena kesantunannya dalam memperlakukan orang lain. Hebat karena kebersahajaannya. Hebat karena cintanya kepada keluarga dan sesama. Hebat karena kepribadiannya. Hebat karena pelukan hangatnya. Hebat karena hormatnya kepada orang tua. Hebat karena ide – ide cemerlangnya, dan terutama diatas segala kehebatan seorang manusia aku ingin dia jadi hebat karena cinta luar biasanya kepada Tuhan sang maha segala.

Dia akan jadi anak yang hebat dan kuat.

Dan dia akan menjadikan dunia jauh lebih ramah bagi para penghuninya.