Follow up galaw

Hampir 2 tahun  lalu pernah berdoa dengan sangat intens (bahasa oh bahasa) supaya bisa dapet kerjaan baru dan secepet mungkin resign dari tempat kerja yg lama. Voila Tuhan yg maha baik, mendengar dan ngabulin doa ku.

Hampir 2 tahun lalu selalu menulis pilihan auditor dan Manager QA sebagai cita-cita dimasa depan.

Hampir 2 tahun kemudian, jadilah aku seorang auditor.

Dan sekarang galau lagi…..

  1. Baru berasa cape nya ngantor dikantor orang almost everyday (mana lokasinya nyebar mulai dari depok ampe kerawang)
  2. Ngga rela-nya sabtu minggu dipake buat ngelarin report (padahal kan pengen juga gitu ngemoll dengan pikiran ringan, ga dikejer kejer jam malem karena ditunggu laptop dirumah)
  3. Setiap hari industri baru, kadang otak belum tune banget tapi mesti dipaksa paham sama proses kerja klien
  4. Suka ngrasa rendah diri kalo ketemu klien yg levelnya udah manajer yg klimis, jas-an, dasi-an ……..
  5. Kadang ketemu klien yg juteknya nazong weww
  6. Diketawain temen karena nyebut ngantor ke kantor sendiri sebagai libur (-_-)
  7. Jadi pelupa, 2 hari yg lalu ngaudit perusahaan apa ? wah ini mesti konsentrasi sekian menit baru inget 😦

Tapi….

  1. Perusahaan ngegaji aku dengan layak (ya masih dibawah cita2 sih tapi yg sekarang ini juga cukup ko, anak depok gaya hidup ciledug cukup kerja aja mentereng di ibukota.
  2. Dikasih asuransi kesehatan yg resmi meskipun jumlahnya terbatas (tempat kerja lama ku ga ada asuransi kesehatan tapi bisa klaim ke owner sampai berapapun )-ya aku sih slalu bedoa supaya sehat sentosa selama lamanya
  3. Dipinjemin mobil ….. nah ini nih masalah sekaligus berkah. Orang pada bingung kenapa aku malah bingung alih alih kegirangan karena dipinjemin mobil kantor. Iya sih seneng tapi bingung juga (30:70). Bingung karena sampe hari ini aku masih belon lancar nyetir…. God kayaknya aku masuk kategori lemot level terbawah deh dalam hal setir menyetir 😥 Udah belajar nyetir sekian kali, sekian lama masih aja oon, masih aja belon lancar …mesti gimana coba huhuhu apalagi tadi baru nyundul angkot dikit 😦 kalo ada yg punya mantra, mantrain aku biar cepet pinter….
  4. Biaya operasional ditanggung perusahaan (misal parkir, toll dsb ) – asal dipake buat urusan kerja
  5. Udah jarang sarapan karena ngandelin cemilan yg disedian ama klien :p
  6. Makan siang ga perlu beli karena mostly disediain ama klien (pernah juga sih ga disediain)
  7. Stok mug, kalender ama notes ga perlu hawatir keabisan :p Beberapa klien rajin ngasih souvenir/ gimmick kek gini tiap kali abis audit. Pernah juga baju, tas, tv (ini aku tolak), uang (apalagi ini ), kue, jam dinding dsb
  8. Cuti haid 1 hari tiap bulan (kadang ga diambil)
  9. Cuti 12 hari kerja (tempat kerja lama ga ada cuti adanya ijin potong gaji)
  10. Belajar, jadi auditor belajarnya ga pernah berhenti 🙂
  11. Ketemu banyak orang baru, lingkungan baru
  12. Lingkungan kerja nyaman, bos baik, senior baik, temen temen juga baik
  13. Ada outing rutin, taun ini sih ke Padang ga tau taun depan kemana lagi, enaknya mah kalo beda negara ya hehehee

Perasaan galau melanda kalbu itu menurutku wajar, namanya juga manusia, banyak ga bersyukurnya, banyak ngbanding-bandinginnya, banyak ngrasa kerjaan orang lain lebih enak dari kerjaan kita sendiri dan banyak ngeluhnya. Tapi yg penting itu follow up setelah galau datang, menata hati, pikiran, perasaan, jiwa (etdahh berat).

Bersyukur adalah kunci utamanya, menghitung berkat adalah jawabannya. Bukannya sotoy dan so’ bijak ya. Tapi kalau berkaca lagi, siapa gitu aku ini sampe dikasih kepercayaan berkat sebanyak ini (#terharu). Dari segi pendidikan aku mah apa atuh, belon punya gelar master, phd apalagi…. Dari segi kepintaran ya aku mah da ngga pinter-pinter amat, malah sering ngrasa bodoh dan kurang….. Dari segi pengalaman ya kalo ini mayan lah ya meskipun ga secemerlang orang2 (tuh kan rendah diri lagi).

See aku tuh siapa coba sampe dapet berkat segitu banyaknya, pekerjaan yg baik, keluarga yg hebat, teman-teman yg selalu ada (kadang sih wkwkwk), rumah yg nyaman..semua hal yg ga pernah terlintas bakal aku dapetin sekalipun aku selalu doain (maksudnya doa aku tuh teramat general, intinya minta masa depan cerah, diangkat naik dan bukan turun, jadi kepala dan bukan ekor).

Oiya ada 1 lagi yg selalu aku doain tiap hari sebelum berangkat kerja yaitu supaya Tuhan selalu menempatkan aku ditempat yg tepat, bertemu orang-orang yg tepat dan bisa mengambil keputusan yg tepat. I do believe it. Aku imani. Yg terjadi hari ini, kemarin dan besok adalah hasil dari doa, doa aku dan doa orang orang yg sayang sama aku.

Makasih Tuhan Yesus ❤

 

Iklan

Mentok

Pagi ini seperti pagi dihari-hari kemarin. Dan aku pun juga begitu. Tidak ada yang berubah setidaknya sampai jam sekarang ini.

Bangun tidur, cari remote tv, setel tv (channel-nya pun berselang-seling antara metro, rcti dan tv1) hahhhh….aku menulisnya sembari menghela nafas panjang. Setiap harinya berganti kadang diawali dengan kecemasan soal pekerjaan, kadang diawali dengan keengganan dan kemalasan, kadang dengan rasa gembira yang entah karena apa.

Kadang aku bertanya ada apa gerangan ini, kadang aku mencoba menjawabnya dengan sebentar terdiam dan sedikit perenungan, kadang aku diamkan saja semua tanda tanya itu. Lalu pertanyaan itu hilang tenggelam sebentar untuk kemudian muncul lagi dan terulang lagi kegiatan itu…bertanya lagi, terdiam lagi…..

Mentok, satu kata yang menjelaskan dengan terang paragraf-paragraf diatas 😦

Kopi

Akhirnya menyerah juga aku pada kopi panas itu. Secangkir kopi yang tidak hitam dengan butiran granul coklat diantara buih-buihnya. Secangkir kopi dengan harapan membelalakan mata setidaknya sampai bel pulang berbunyi.

Entah sudah berapa kali aku mengulang-ulang kalimat aku ngantuk, bukan karena jam tidur yang memang sedikit berantakan akhir-akhir ini, ah entahlah nampaknya semua pekerja pun mengalami hal yang sama seperti aku. Terjangkit serangan ngantuk di jam-jam genting siang menjelang sore atau kalau boleh diperjelas justru ketika jam istirahat sudah selesai.

Biasanya aku tepis kantuk itu dengan browsing sana-sini, dengerin lagu mulai dari berbagai bahasa (oke ini lebay) maksudnya cuman antara lagu Korea ke Inggris doang. Tapi kali ini ngga mempan. Kali ini aku tahu aku perlu kopi.

Secangkir kopi panas untuk pertama kalinya selama berbulan-bulan ini kuteguk juga dengan sedikit kalap. Seteguk, dua teguk, tiga teguk dan tersisa tiga tegukan lagi didasar gelasnya.

Secangkir kopi dengan sedikit penyesalan dibeberapa menit setelah meminumnya. Cukup sudah, lain kali tidak begini lagi, tidak secangkir lagi! Apa ini, rasa terjaga dengan debaran yang tidak nyaman. Kubayar sudah secangkir kopi panas itu, maaf lain kali tidak akan lagi,

Khawatir

Aku kehilangan percayaku yang termakan oleh khawatirku, habis tanpa sisa.

Aku lunglai tanpa daya, tak berpegang dan bertopang.
Aku menyemai hidupku dalam lelah, menanam benihnya perlahan dan menuai hasilnya tanpa senang.
Sekalipun beratus kali aku baca bahwa khawatir itu tiada guna.
Sekalipun jutaan kali aku dengar bahwa khawatir itu mencekik hari dan menambah derita.
Sekalipun aku juga tahu khawatir itu tidak menyelesaikan dan memperbaiki.
Dan sekalipun aku tahu bahwa aku jelas – jelas sedang merugi.
Mungkin aku hanya tahu tanpa paham dan sadar.
Dear Penyedia Segala,
Bagaimana harusnya aku?

.?,:!?

Ada beberapa hal yg rindu sekali tangan ini untuk menggenggam, tapi mungkin belum saatnya.
Sepertinya sudah didepan mata tapi nyatanya … ah ya sudahlah, mungkin belum saatnya.
Selalu begitu, menghibur diri dengan beribu alasan itu.
Bosan? entah
Lelah? entah, sepertinya …
Jadi, harus bagaimana?
Mengejar? Perlukah? Mendamba? Masih bisakah?
Putus harapkah? Semoga tidak

========================

Tuhan dengar doaku, doa terdalam yang hanya bisa terucap tanpa suara
Yang bahkan sulit untuk digambar dan disebut dalam kata
Apa namanya ini? Yg bahkan diri pun tak kuasa menjawabnya cuma Engkau yg bisa

Maaf karena mengeluh

Senin berlalu untuk berganti selasa dan seterusnya hingga jumat lalu sabtu dan minggu kemudian berputar ke senin.
Berjalan lambat di hari sabtu dan minggu hingga tiba-tiba senin sudah datang dan mengetuk pintu.
Ahh, kenapa senin diawali dengan kantuk dan segar di akhir hari bukan sebaliknya.

pict taken from keltiecolleen.buzznet.com 

Semangat yg Kelelahan

Seberapa jauh langkah kita masih bisa terjejak?
Seberapa panjang lengan kita masih bisa terulur?
Tanpa bataskah?
Langitpun adalah batas.
Kadang lelah, tapi begitulah keadaannya
Selama besok masih ada, selama itu pula pintu selalu terbuka
Tak perlu patah asa
Gelap dan abu cuma sementara
Dan terang untuk selamanya
Berpeganglah jangan terlepas dan dilepas apalagi melepas
Cukup digenggam erat
Teriakkan kata BISA dan pasti BISA
Bukan karena kita dan kuatnya tapi sepenuhnya hanya karena Dia
pict taken from http://www.mi9.com