Tidak terlewat

Hi, rasanya sudah lama aku tidak menyapamu, tidak dalam terangnya siang dan juga tidak dalam senyapnya malam.

Maaf kamu terlewat.

Sayang, kamu tidak terlupa, hanya saja hariku disini memaksa siang menjadi lebih panjang dan malam sekejap saja menghilang.

Ah alasan, mungkin itu yang ada dipikirmu.

Maaf kamu terlewat.

Sayang, aku sedang bingung menggabungkan kata dalam doa, sekalipun Tuhan tidak pernah sekalipun mensyaratkan doa nan indah untuk dikabulkan.

Sayang, aku  bingung bagaimana caranya meminta tanpa bermaksud menghabiskan semua jawaban doa untukku saja.

Padahal  kamu itu permintaan teregoisku.

Sayang, apa kabar matahari disana? Pertanyaan aneh ya, jangan tertawa aku sedang menanyakan kabar harimu? Baikkah? Semoga.

Sayang, apakah aku terlewat? Apakah kamu melewatkanku?

Jangan, setidaknya mulai sekarang dan jutaan hari kedepan.

 

Iklan

Autumn

Aku tuh ya sukaaaa banget sama kata Autumn sampe-sampe pernah berkhayal kalo suatu waktu nanti punya anak cewe bakalan tak kasih nama Autumn 😅  Duh ga paham deh ntar kalo pas tk atau sd dipanggil ama temen temennya apaan, mungkin tum  kali ya (misal : tum ambilin pensil atau tum udah makan belon)  oemjiii nama keren keren ko ya dipanggilnya tum 😡

Anyway di kamus bahasa inggris sih autumn itu artinya musim gugur. Musim yang adalah peralihan antara musim panas ke musim dingin. Aku sendiri belum pernah sih ngrasain musim gugur tuh kayak apa wong seumur-umur lahir dan tinggal di negara tropis nan eksotis  😎

Berbekal dari tontonan film-film romantis Hollywood dan melodrama penuh tangisan ala Korea yang aku lahap sekian tahun ini, terciptalah suatu gambaran musim gugur ala henny  (kadar imajinasi tingkat tinggi). Musim gugur dikepalaku adalah suatu musim dimana dedaunan pohon mapple warnanya memerah terus berguguran perlahan (slow motion mode on diiringi alunan piano river flow-nya Yiruma), jalanan yang tertutup daun-daun, suhu yang dingin tanpa menusuk ……. ahh romantis <3.

Etdah ngayalnya kemana-mana 😀 Lanjut ke nama Autumn ya, jadi nanti kalo Tuhan ngijinin aku punya anak cewe  (dimanapun dan kapanpun kamu lahir nak), mamakmu ini akan ngasih kau nama Autumn.

Karena Autumn itu indah, misterius yang menghanyutkan, pesona yang menenangkan ❤

Jadi kapan?

Mau cari yg seperti apa? Yg kaya? Yg ganteng? Atau kombinasi semuanya? <— pertanyaan kedua setelah pertanyaan KAPAN 🙂

Hey, untuk yg nanya “KAPAN” , nampaknya kalian salah tanya 🙂 Pertanyaan kapan itu bukan kuasa saya untuk jawab. Memang saya siapa? Tuhan? Lah wong saya aja sama penasarannya sama kalian ko 😀 Ajukan pertanyaan kapan kamu pada Yang Punya Waktu ya, da saya mah hanya manusia yang bisanya cuman buat ribuan rencana  dimana sisanya Tuhan yang punya kuasa.

Lalu apa yg dicari? Apakah yang kaya raya-kah? yang hartanya melimpah ruah dan gak abis dibagi 7 turunan-kah? atau yang ganteng dan aura seksinya menyerupai Adam Levine-kah :p

Oh God, pengen ketawa rasanya nulis paragraf terakhir itu 😀  Level ke-keren-an cowo diliat dari fisiknya itu mah anak sekola pisan :p Dulu waktu masih amat belia memang definisi keren itu ya yg begitu. Hanya saja seturut dengan bertambahnya usia dan tingkat kedewasaan entah kenapa kriteria keren model gitu pelan-pelan kehapus dan keganti. Lambat laun pemain basket yang tinggi dan putih udah ga bikin takjub mata lagi, orang organisasi nampak biasa aja bahkan orang yg ip-nya tinggi pun yah biasa aja keliatannya, ngga ada cahaya-cahaya nya gitu (apa sehh -_- ) ngga semenakjubkan dulu 🙂

Bermalam – malam yang lalu terlintas dipikiran saya emangnya kriteria saya itu yang kayak apa sih? Saya renungin baek – baek…. dan ternyata jauh dilubuk hati saya kriteria lelaki keren itu ada di ayah saya. Orang bilang seorang ayah akan selalu jadi cinta pertama anak perempuannya, ah nampaknya saya termasuk kelompok itu. Cinta pertama saya didunia ini adalah alm. ayah saya.

Cerdasnya beliau, hangatnya beliau, sabarnya beliau, hebatnya beliau….Tuhan…saya tau banget ngga ada satu manusia pun yang sama dan serupa diatas bumi ini tapi bisalah Tuhan kalau “orang itu” se-enggak-nya punya sifat sifat baik seperti ayah saya.

Dan oiya, bisakah kalian berenti menanyakan kapan dkk ? Jadi males tau kalo diajak reunian atau ngumpul kangen kangenan kalo terus ditanyain model begitu. Ah atau memang kalian terlalu “care” sama hidup orang lain ya 😀

 

Kamu (lagi)

Untuk kamu, sebuah nama yang belum bisa disebut lisan, sebuah nama yang mungkin membaca postingan ini, sebuah nama yang entah bagaimana selalu terselip dalam doa.

Untuk kamu, sebuah nama yang melompat lompat dari otak lalu ke hati kemudian ‘meluluh lantakan’ kerja jantungku, sebuah nama yang sanggup menenggelamkanku dalam suatu tenang yang dalam.

Untuk kamu, sebuah nama yang masih saja rahasia dan untuk Tuhan yang berjanji akan mengungkapnya…. nanti.

Absurd

Dari aku yang mengenalmu ribuan hari yang lalu.

Hari ini mendung nampak malu-malu, apa kamu ingat hari itu? Hari ketika warna langit serupa dengan hari ini.

Hari ketika rasa kita masih sama.

Dear, dulu aku pikir semua yg tidak terlihat itu hukumnya kekal tidak rusak dan tidak akan hilang. Maaf aku yang salah, naifku terlalu menggebu dan menghilangkan suatu kata bernama logika.

Bukan maksudku untuk lupa, sungguh kau tahu jatuh bangunku menjemput sebuah logika ketika terang-terangan aku tenggelam dalam suatu ungkapan bernama cinta.

Aku yang rela terbenam saja tanpa usaha, aku yang suka hati merelakan diri menjahit benang-benang bahagia bernama asa, ketika semua orang berkata itu adalah sia-sia.

Sepenuhnya khilaf itu milikku.

Teruntuk kamu yang sadar terlebih dahulu sebelum aku…..semalam seekor kunang-kunang menyampaikan pesan darimu. Setelah ribuan hari….setelah ribuan keras hati…..setelah ribuan bahagia semu itu…..

Aku sudah berbeda dan kau pun juga.

Kuantarkan kunang-kunang itu keluar kamarku sembari berbisik selesai sudah, terima kasih.