Diposkan pada Uncategorized

The reasons

Postingan ini terinspirasi dari twit-an temen sepanjang zamanku Eka Santika Wijanti anaknya bpk dan ibu Wijaya 😀

Kalo aku ditanya dengan pertanyaan yg sama, maka yg dibawah ini adalah jawabannya.
Why i’m still here today ?
coz there is no better place than this at this time. I am on the right place, surrounded by right people. And because God wants me to be here.
 
Iklan
Diposkan pada Uncategorized

Kalut

Tadi pagi aku lihat pelangi, warnanya tidak selengkap yang kubaca dibuku pelajaran IPA. Konon harusnya warna pelangi itu mejikuhibiniu tapi yang kulihat cuma merah, hijau dan ungu saja.

Kemarin sore hujan akhirnya turun. Kali ini hujan yang pertama setelah berbulan-bulan kemarau. Aku tergoda untuk berlari layaknya aktris film india. Iya berlari sembari membawa selendang warna merah, berlali sembari menghentakan tangan dan kaki, berlari sembari menghampiri sebatang pohon……

Tidak ada pesan yang bisa diambil dari postingan ini jadi tidak perlu pusing – pusing memaknai kata per kata, aku cuman ingin menulis apa saja yang terlintas dipikiranku.

Ada suatu kalut dipikiranku, sesuatu yang terikat kuat dan sulit diurai. Sesuatu yang entah apa namanya itu.

e3923-img_20140102_133950

Diposkan pada Uncategorized

Kok makin syuram

Jadi setelah aku perhatiin dan bandingin postingan blog ku yang lama ama yg sekarang kok jauuuuuh beda, makin kesiniin makin serius makin syuram malahan aduuh. Apa ini efek dari makin bertambah usia ya atau makin dewasa atau keadaan dunia makin berat ya hahahaa.

Postingan di blog ku yang lama lebih ceria gitu deh lebih cerah lah dibandingin blog yang baru. Apa orang tuh makin bertambah usia malah tingkat kepesimisannya makin tinggi gitu? Aduh misteri banget sih kaka

Oke, mulai hari ini aku bakalan banyakin postingan ceria dan menyebar tawa (halahh) terus ngurangin postingin puisi random penuh kegalauan luar biasa 😀

Blog lama :
www.theozdoraz.blogspot.com

Diposkan pada Uncategorized

dferhyhgftujghuuu

Kalo udah puyeng kayak gini, kalo udah mentok ngga karuan kayak gini, kalo udah ngga tau harus ngapain lagi berarti udah waktunya buat berbalik arah, menundukan kepala, menyatukan jemari dan berdoa.

Dear Tuhan,
Aku yg punya banyak dosa ini, yg lebih sering khilaf daripada tobatnya menyerahkan segala penat, segala beban dan setiap detailnya kepada Mu.
Wahai Sang Pencipta Hari dan Penguasa Semesta, Perencana Terbaik yang pernah dan akan selalu ada.
Lelah punggungku menanggung ribuan kegalauan, bahkan hati nampak sudah tak muat menampung bingungku.
Kualihkan semua padaMu, berserah sepenuh jiwa pada jalan-jalanMu, kemana pun Engkau mau, maka kuatkan aku.
Dalam namaMu, Tuhan Yesusku.
Amin.
-dari anakMu-
Diposkan pada Uncategorized

Lembur (oh no..)

Cuman mau cerita aja kalo hari ini aku lembur, dan rasanya kerja di hari sabtu itu ngga banget…. males, ngantuk jadi satu. Ahh lembur ini kalo bukan buat ngelarin quality manual rasanya pengen dirumah aja atau jalan kemana gitu.

Bukannya ngga bersyukur masih dikasih kerjaan dan dapet gaji tiap bulan, hanya saja bete itu datengnya ngga bisa dicegah. Alhasil yg dilakuin sekarang adalah ya semata mata karena kewajiban aja, kewajiban karena bagian dari pekerjaan, kewajiban karena dibayar dan kewajiban karena butuh…

Dulu sekali aku pernah dengar seseorang ngtweet begini : kalo aja ada kamu dikasih satu kesempatan untuk melakukan satu saja hal yang ngga akan gagal, apa yang akan kamu lakukan?? dan jawaban dari aku untuk saat ini adalah bikin buku 🙂

Yapp bikin buku, bukan buka pabrik, hotel atau apotik tapi bikin buku. Aneh atau malah bodoh hahaahaa. Gini ya setelah aku pikir pikir menulis itu adalah satu-satunya hal yang akan selalu dengan senang hati aku lakuin sampai kapanpun. Sejak kemarin malam, cita cita terbesarku adalah dapet nobel sastra kayak Salman Rushdie dkk, oh iya kalo gak dapet penghargaan Pulitzer gitu 😀  (ngayal itu gratis jadi ga usah pelit pelit). Pengen juga kaya Dewi Lestari yang super keren itu atau malah kaya Paulo Coulho yang bijak luar biasa.

Hmm kalo aku jadi bikin buku maka isinya adalah kumpulan sajak kali ya, abisan nulis narasi panjang itu bukan aku banget, wong bikin cerpen aja susah luar biasa apalagi novel. Tulisanku itu pendek pendek dan tata bahasanya rada ajaib gitu deh :p.

Oke, kata Agnez Mo mah dream, believe and make it happen jadi ya siapa yg tau hari depan kan ya, siapa yg tau bulan depan buku pertama aku dicetak, siapa yg tahu juga kalo taun depan ternyata dapet penghargaan hahahhaa siapa yg tau ?

*siram air ke muka dan bangun*

“Mimpi akan tetap menjadi mimpi jika kita tetap tidur, the choice is in you”

Diposkan pada Uncategorized

Get well (really) soon Jerry

Entah kenapa namanya terendap dipikiran aku 2 hari ini, aneh mungkin, karena bahkan aku ngga kenal siapa itu Jerry. Konon dari info yang aku baca via sosmed, Jerry itu atlit basket dan seorang pengidap kanker yg disudut hati aku terselip doa supaya akhirnya dia bisa jadi seorang survivor, amin.
Aku ngga tau apakah tulisan ini akan dibaca oleh seorang Jerry atau nggak, tapi sekalipun ngga dibaca juga ngga kenapa – kenapa. Tulisan ini tulus tanpa pamrih  coment balik atau RT-an kok :).
Dear Jerry,
Tahukah kamu bahwa postingan ini diedit berkali-kali, diketik, diedit, dihapus, diketik lagi dan dihapus lagi karena aku bingung harus memulai tulisan ini dengan kalimat apa. 
Sesakit apa sakitmu? sakit sekali kah? 
Lelahkah kamu? Sedihkah kamu?
Aku ngga tau kata-kata motivasi apa yg cocok buat kamu, karena aku bahkan ngga bisa ngerasain apa yang kamu rasain. Aku cuma bisa dengar katanya-katanya dan katanya.

Dear Tuhan,
Karena aku percaya doa itu ngga harus selalu dengan menutup mata, maka tulisan ini adalah doa.
Maka aku titipkan satu nama diantara ribuan mimpi dan keinginan egoisku, satu nama diantara milyaran manusia di bumi yang aku yakini Kau kenal dengan sangat baik, Jerry Lolowang.
Dear Tuhan, 
Entah rencana seperti apa yang Engkau susun untuk seorang Jerry, tapi kuatkan hatinya untuk selalu percaya …….
Bahwa pada akhirnya, segalanya itu baik dan sempurna.
Bahwa cinta yang Kau punya teramat cukup dan tidak pernah kurang untuknya.
Bahwa Engkau terlalu kaya untuk sekedar mencukupkan segala keperluannya.
Bahwa telingaMu tidak pernah lelah untuk mendengar setiap doanya.
Bahwa bahkan keluhnya pun kau perhatikan dengan seksama.
Bahwa masih ada jutaan hari yang Kau sediakan untuknya…

Dear Tuhan,
Karena tulisan ini adalah doa, maka aku percaya saat ini pun Engkau sedang melihatku dan mungkin menggeleng-gelengkan kepalaMu karena kerunyaman dikepalaku sewaktu menyusun tulisan ini 🙂
Doa ini, jauh dari kata indah apalagi sempurna.

Dear Tuhan,
Kata orang aku ini anak kecil bodoh yg selalu percaya keajaiban, maka biarkanlah aku jadi seperti itu. AjaibMu menenggelamkanku, mengenyangkan  dan selalu memuaskanku. AjaibMu adalah candu.

Dear Tuhan,
Tebarkan sedikit saja percik ajaibMu kearahnya, kepadanya. Supaya dia bukan cuma jadi sekedar penonton kedahsyatanMu tapi juga jadi penerima dan penikmat ajaibMu.

Dear Tuhan,
Lekatkanlah setiap perkataannya dengan ucapan syukur tanpa ujung, karena di setiap pagiMu selalu ada kesempatan yang baru.

Dear Tuhan,
Karena aku percaya tidak satupun doa-doa yang sia-sia, maka apapun jawabMu, aku terima.
Amin.

>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Dear Jerry,
Kalau suatu waktu nanti, titik nadir menelanmu dalam – dalam, maka ingatlah untuk selalu berpegang pada  tangan kuatNya.
Kalau suatu waktu nanti dunia terasa pekat dan gelap, maka ingatlah terang yang adalah Dia.
Kalau suatu waktu nanti lelah mulai menguras asa, maka ingatlah janjiNya.
Dan hingga akhirnya segala sakit itu terkikis dan hilang, tertawalah sekuat yg ragamu mampu, berlarilah sekencang mungkin, melompatlah, dan lemparkan bolanya sembari berucap terima kasih Tuhan Yesus, ini hebat dan luar biasa.

Get well (REALLY) soon Jerry, God loves you so much.




Diposkan pada Uncategorized

Dari dalam hati

Dan akhirnya yg tersisa adalah ucapan syukur dan terima kasih tanpa batas. Yap begitulah keputusannya setelah perenungan tanpa sengaja di bangku gereja minggu kemarin.

Kenapa harus terikat erat dengan pengakuan akan keberhasilan? Kenapa harus tersakiti ketika ada yg merendahkan?

Mungkin saat itu sesosok malaikat datang dan mengetok pintu hati yang terlalu tebal ini, terlalu lama terkunci. Dan saat akhirnya kuputuskan untuk dibuka yang tersisa adalah lega.

Terima kasih Tuhan untuk semua yg sudah terjadi, bukan untuk ditangisi tapi memang harus dilalui. Bukan untuk disesali, dan bukan untuk diratapi. Tidak selalu karena awal yg berbeda, tapi perjalanan menuju akhir yg lebih utama. Berhentikah atau terus saja berlari? Aku memilih opsi kedua.